Menjadi Yang Paling Dicari Setelah Plesteran Dengan Tip Luar Biasa Ini

Setiap bangunan dapat memiliki sejumlah batu bata dan sejumlah besar semen yang digunakan untuk itu, tetapi bangunan tersebut dapat dihuni dan siap digunakan hanya setelah diplester. Pekerjaan plesteran memberikan keindahan dan sentuhan akhir pada karya arsitektur. Jadi, plesteran sangat penting di bidang konstruksi. Karena aspek konstruksi ini sangat penting untuk keberhasilan bangunan apa pun, plester sangat diminati. Berikut adalah tip berikut yang akan membantu Anda mengetahui cara memplester dan cara meningkatkan keterampilan memplester:

  • Setiap pembuat plester menyadari fakta bahwa plester tidak mematuhi segala jenis permukaan. Agar gips menempel di permukaan, pertama-tama Anda harus memastikan bahwa permukaannya sudah siap untuk ditempel.
  • Agar berhasil dalam pekerjaan ini, Anda harus memastikan bahwa permukaan yang akan diplester bersih. Luangkan waktu untuk menghilangkan setiap bagian yang ada plester atau debu atau wallpaper apapun yang mungkin terjadi.
  • Seorang profesional akan selalu memeriksa porositas permukaan dinding sebelum memulai pelapisan. Permukaan dinding yang keropos dapat membuat plester mengering terlalu cepat.
  • Jika permukaan dinding terlalu keropos, semprotkan permukaan dengan air mengalir sampai airnya turun.
  • Pelajaran pertama tentang cara memplester adalah mengetahui bahwa Anda harus mencampurkan plester ke air dan bukan air ke plester.
  • Konsistensi harus seperti es krim leleh. Jadi, ambil separuh air dan separuh plester. Tuang plester di atas air dalam tumpukan lalu mulailah mencampur dengan sendok kayu secara perlahan untuk membuatnya bebas gumpalan.
  • Pekerjaan ini menuntut pelapisan bebas kesalahan. Agar hal ini tercapai, pastikan Anda menyelesaikan 6 lapis plesteran dari lapisan pertama hingga lapisan terakhir.
  • Seni hebat ini dan harus dipelajari seiring berjalannya waktu. Para pemula harus memulai dengan area kecil.
  • Pekerjaan yang baik dapat dicapai dengan percaya diri guratan dan sudut sekop harus benar.
  • Hindari membuat kesalahan dengan mengganti sudut terlalu sering. Ingatlah selalu, seiring berkurangnya jumlah plester di sekop, sudut yang dibuat sekop dengan dinding harus menjadi lebih kecil.
  • Jangan mencoba menjadi sempurna di lapisan pertama itu sendiri. Coba selesaikan mantel dan kemudian mulai perbaiki plesteran di bagian akhir.
  • Setiap lapisan harus memberikan nada yang merata.

Tips ini untuk pemula serta mereka yang sudah lama berkecimpung dalam profesi plesteran. Seperti disebutkan di atas, plesteran adalah seni dan harus dilakukan dengan konsentrasi tinggi. Para pemula pasti membutuhkan waktu untuk mengembangkan kepercayaan diri tetapi itu akan datang seiring dengan waktu dan latihan. Tip-tip ini akan membuat Anda menjadi tukang gips yang paling dicari karena Anda tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan tukang gips lainnya.

0 comments… add one

Leave a Comment